Selasa, 07 Juni 2011

Menerapkan Pendidikan Agama Pada Anak Usia Dini


BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar belakang
Pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa dan negara.

Sedangkan agama merupakan landasan hidup berketuhanan dan merupakan unsur kerohanian setiap hidup manusia. Anak usia dini adalah anak yang berumur 0-5 tahun. Dalam masa ini merupakan masa tumbuh kembang anak, dimana masa ini merupakan masa golden age yaitu masa emas. Pembentukan karakter anak dan mempengaruhi pola pikir anak yang berpengaruh terhadapmasa depannya, agar menjadi generasi penerus yang berakhlah mulia dan memiliki pemikiran positif dalam setiap hal. Dalam masa ini anak perlu diberikan pembekalan terhadap ilmu pendidikan keagamaan agar anak sejak dini memiliki pengetahuan tentang agama dan dapat menjadikan dirinya sebagai manusia yang beriman dan bertaqwa terhadap sang pencipta.

Dalam hal ini pendidikan agama yang diajarkan yaitu tentang pendiikan agama islam. Keluarga merupakan pendidikan yang pertama kali yang didapatkan oleh anak, oleh sebab itu orang tua sangat berperan penting terhadap pertumbuhan dan perkembangan anak. Selain itu pendidikan agama juga dapat dilakukan di lingkungan sekitar maupun lingkungan sekolah. Pendidikan ini dilakukan untuk menciptakan dan mengubah karakter anak menjadi lebih baik lagi dan memiliki dasar hidup tentang agama islam dan ini harus dilakukan atau diterapkan sejak usia dini. Telah kita ketahui bahwa kebanyakan dari anak usia dini banyak yang sikapnya sudah menyalahi aturan yang tidak sesuai dengan tingkat usianya, seperti tidak adanya kesopanan terhadap orang tua, cara berbicara yang kurang sopan, bertindak semaunya. Hal ini banyak disebabkan oleh pengaruh lingkungan dan kurangnya pengawasan dari para orang tua.oleh sebab itu kegiatan ini dilakukan untuk memperbaiki serta mmengubah tingkahlaku yang sedemikian agar tidak menjadi karakter yang tidak baik pada anak.


B. Tujuan
Tujuan dari pererapan pendidikan agama pada anak usia dini ini yaitu:
• Untuk memberi bekal pendidikan kepada anak tentang hidup beragama yang seharus dilakukan
• Untuk memberitahukan kepada anak tentang ketentuan, aturan, serta pola hidup beragama yang baik dan benar.
• Untuk mencipyakan generasi muda yang memiliki akhlaq mulia, beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa.

C. Manfaat
Kegiatan ini diharapkan dapat bermanfaat untuk anak usia dini serta para orang tua yang telah mendorong anak untuk mengikuti kegiatan penerapan pendiikan agama ini. Serta dihapapkan setelah mengikuti kegiatan ini ilmu agama yang di dapatkan dapat diterapkan dalam kehidupan sehari- hari seperti tata cara beprilaku, sikap, serta ketentuan lainnya sperti beribadah, beramal, sopan santun dan lain sebagainya.

D. Identifikas masalah
Dari uraian diatas diidentifikasikan masalah yang penting untuk di atasi:
1. banyaknya orang tua yang tidak memberi pengawasan terhadap tumbuh kembang anak, padahal saat seperti ini anak sangat membutuhkan kasih sayang yang lebih dari orang tua.
2. Kurangnya perhatian orang tua, sehingga menyebabkan anak menjadi kaku dan banyak melakukan aktifitas sendiri tanpa ada yang mengawasi.
3. Adanya pengaruh lingkungan yang menyebabkan tingkahlaku anak dapat mencerminkan prilaku yang tidak baik.
4. Didikan dalam keluarga yang salah, misalnya sikap manja anak, selain itu, sikap prilaku orang tua yang tidak baik juga dapat memberikan pengaruh yang tidak baik tehadap anak.



BAB II
KAJIAN TEORI
Kata blog sebenarnya berasal dari gabungan dua kata yaitu, web dan log. Dengan kata lain, blog adalah kumpulan atau catatan pikiran, ide, foto, video, tautan dan apa saja tentang Anda. Secara teknis, kumpulan konten ini diurutkan secara kronologis terbalik. Yang terbaru di atas dan seterusnya ke bawah dan halaman berikutnya. Kumpulan tulisan singkat dapat saja dikatakan sebagai blog.
Ada yang mengkategorikan lebih jauh menurut ciri-cirinya, yaitu memiliki judul, batang tubuh, komentar, tanggal serta waktu penulisan dan penerbitannya. Tapi ciri-ciri seperti ini semakin kabur seiring berjalannya waktu. Misalnya, salah satu perangkat lunak pembuat blog yang terkenal, WordPress, telah dikembangkan sedemikian rupa sehingga berubah fungsi. Sekarang ini, selain dipergunakan sebagai blog, WordPress juga dapat dijadikan alat bantu manajemen konten situs.
Dari situs iklan baris sampai jejaring sosial, semua dapat dibangun menggunakan WordPress dan plugin-nya, yang mana merupakan cara memperluas dan menambah fasilitas pada kerangka dasar yang ada. Dengan kata lain, blog dapat dibuat sesederhana atau sekompleks mungkin dengan berbagai fitur tergantung apa yang diinginkan oleh pembuatnya.
Blog ( singkatan dari Web log) adalah situs yang sifatnya lebih pribadi, jadi blog asal-nya bertujuan untuk mengungkapkan ide, pemikiran atau kreatifitas yang dituangkan melalui blog, jadi sifat-nya lebih pribadi. Blog adalah singkatan dari Web Blog yaitu Salah aplikasi web berupa tulisan-tulisan yang umum disebut sebagai posting pada halaman web. Tulisan-tulisan tersebut seringkali diurut dari yang terbaru dan diikuti oleh yang lama.
Awalnya, blog dibuat adalah sebagai catatan pribadi yang disimpan secara online, namun kini isi dari sebuah blog sangat bervariatif ada yang berisi tutorial, curhat, bisnis dan masih banyak lagi. Secara umum, blog tidak ada bedanya dengan situs yang ada di internet.
Flatform blog atau seringkali disebut juga dengan mesin blog dibuat sedemikian rupa oleh para designer blog agar mudah untuk digunakan. Dulu, untuk membuat aplikasi web diperlukan pengetahuan tentang pemrograman HTML, PHP, CSS dan lain sebagainya, dengan blog semuanya menjadi sangat mudah .

BAB III
METODE DAN CARA PEMBUATAN BLOG

Metoda dan cara membuat blogger
• Silahkan kunjungi situs http://www.blogger.com
• Setelah halaman pendaftaran terbuka, alihkan perhatian ke sebelah kanan atas, ubah bahasa ke Indonesia agar lebih mudah dipahami. Silahkan langsung login dengan menggunakan username serta password gmail anda ( terlebih dahulu memiliki email mis : Gmail).
• Klik tombol bertuliskan CIPTAKAN BLOG ANDA
• Isilah nama judul blog serta alamat blog yang di inginkan. Ingat! dalam membuat alamat blog harus benar-benar serius karena itu permanen tidak dapat digantikan lagi (kecuali nanti ganti dengan custom domain). Jika alamat yang diinginkan ternyata tidak bisa digunakan, masukkan kembali alamat lain yang masih tersedia. Jika alamat blog yang diinginkan masih tersedia, silahkan klik anak panah bertuliskan LANJUTKAN.
• Silahkan pilih template yang anda sukai ( template ini nanti bisa diubah lagi kapan saja anda mau), kemudian klik LANJUTKAN.
• Akan ada tulisan “Blog Anda Sudah Jadi!”. Silahkan lanjutkan dengan klik tombol MULAI BLOGGING.
• Setelah masuk post editor, silahkan isi apa saja ( disarankan untuk langsung mengisi posting, biasanya jika tidak langsung posting akan terjaring robot anti spam milik blogger, dan blog anda akan di lock). Contoh : hello world. Klik Tombol PRATINJAU untuk melihat tampilan yang nanti akan muncul di blog, klik tombol TERBITKAN ENTRI jika posting anda mau dipublikasikan ke publik.
• Klik “Lihat Entri” untuk melihat blog anda.


BAB IV
PEMBAHASAN


a. Pegertian
Anak usia dini adalah anak yang berumur 0-5 tahun. Dalam masa ini merupakan masa tumbuh kembang anak, dimana masa ini merupakan masa golden age yaitu masa emas. Pembentukan karakter anak dan mempengaruhi pola pikir anak yang berpengaruh terhadap masa depannya, agar menjadi generasi penerus yang berakhlah mulia dan memiliki pemikiran positif dalam setiap hal.
Pendidikan agama merupakan suatu bagian kebutuhan dalam hidup manusia. Karena manusia merupakan makhluk yang berlandaskan kepada ketuhanan atau bersifat religious. Dalam hal ini faktor keagamaan menjadi salah satu bagian yang terpenting sebagai pendidikan yang diberikan untuk anak usia dini, karena keberadaannya dapat mempengaruhi jati diri anak, sebagai landasan ataupun pedoman hidup di masa depan ataupun dimasa yang akan datang.

b. Prinsip PAUD
Prinsip PAUD (Depdiknas Dirjen PLS,PAUD.2006: 4-5) didasarkan pada:
1. Berorientasi pada kebutuhan anak
2. Kegiatan belajar dilakukan melalui bermain
3. Merangsang munculnya kreativitas dan inovasi
4. Menyediakan lingkungan yang mendukung
5. Mengembangkan kecakapan hidup anak
6. Menggunakan berbagai sumber dan media belajar
7. Dilaksanakan secara bertahap dan berulang-ulang dengan mengacu pada prinsip perkembangan anak
8. .Rangsangan pendidikan bersifat menyeluruh yang mencakup semua aspek perkembangan

c. Penerapan pendidikan agama
Dalam hal pendidikan bagi anak usia dini, pendidikan agama merupakan salah satu pendidikan yang berperan penting bagi anak dalam pertumbuhan dan perkembangannya sifat dan karakternya untuk masa depan. Pendidikan agama harus diterapkan sejak dini. Karena hal ini dapat mempengarihi sikap, sifat, mental, karakter dan tingkahlakunya dalam diri anak tersebut. Dalam hal ini, Keluarga memiliki peran yang sangat utama dalam membantu tumbuh kembang anak. Dalam keluarga anak mendapat pengalaman yang pertama dan utama. Namun disadari bahwa belum semua keluarga atau orang tua dapat menjalankan pendidikan yang sesuai dengan kebutuhan dan perkembangan anak. Oleh karena itu perlu adanya upaya untuk membantu mengembangkan kualitas pendidikan orang tua secatra berkelanjutan, salah satunya dengan mengembangkan kualitas layanan pendidikan bagi anak usia dini.
Penerapan pendidikan agama dapat dilakukan dengan cara melakukan hal-hal yang sederhana tetapi merupakan bagian dari ilmu keagamaan seperti:
• Patuh dan menghormati orang tua.
• Bersikap saling menghormati terhadap orang yang lebih tua.
• Melakukan hal-hal kebaikan
• Mambaca doa sebelum melakukan aktifitas.
• Dan hal-hal lainnya.

Selain itu, bentuk penerapan ilmu pendidikan lainnya dapat dilakukan dengan cara para orang tua memberikan arahan, perbuatan dan contoh prilaku kebaikan agar mudah diterima dan diikuti oleh anak usia dini tersebut. Bentuk penerapan pendidikan agama yang lainnya dapat dilakukan dengan cara mengerjakan sholat, mengaji dan hal-hal lain yang berhubungan dengan nilai-nilai keagamaan.


BAB V
PENUTUP

Kesimpulan
Dari penjelasan diatas dapat ditarik kesimpulan bahwa penerapan pendidikan agama pada anak usia dini sangat berperan penting dan merupakan faktor yang dapat mempengaruhi tumbuh dan kembang anak untuk terciptanya generasi penerus bangsa yang beriman, bertaqwa dan memiliki jiwa social dan berakhlaq mulia.
Pendidikan ini dilakukan untuk menciptakan dan mengubah karakter anak menjadi lebih baik lagi dan memiliki dasar hidup tentang agama islam dan ini harus dilakukan atau diterapkan sejak usia dini.

Saran
Keluarga merupakan faktor utama yang sangat berperan penting dalam membentuk karakter dan pribadi anak, untuk itu diharapkan kepada anggota keluarga dan orang tua, agar dapat mendidik dan mengajarkan kepada anak dalam hal penerapan ilmu pendidikan agama dan hal kebaikan.karena dari keluargalah sifat jati diri anak tersebut cendrung meniru pada prilaku anggota keluarga yang lainnya.

Daftar Pustaka
• http://paud-usia-dini.blogspot.com
• http://id.wikipedia.org/wiki/Pendidikan_anak_usia_dini
• http://penerapanpendidikan.agama.paud.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar